Jumat, Maret 27, 2009

100 Nyawa

Kisah 1000 Hari Sabtu

Kisah Pencuri Kue

Seratus Nyawa

"Apakah kamu merasa lebih baik hari ini?"
Fan tahu istrinya menderita penyakit TBC yang tidak mudah untuk disembuhkan,
tetapi dia menjaganya dengan lembut dan sepenuh hati.
"Terima.....kasih.....atas.....perhatianmu," istrinya berkata terengah-engah
kesakitan. Fan meminta dokter terbaik di Chingk'ou, Chen Shihying untuk
mengobati istrinya. Dokter Chen memeriksa istrinya dengan hati-hati dan
menyuruh Fan untuk menunggu.

"Ada satu cara untuk mengobatinya, karena dia cukup parah," Kata dokter
tersebut. "Ambil seratus kepala burung pipit, dan buat mereka menjadi obat
sesuai resep ini. Kemudian pada hari ketiga dan ketujuh makan otak burung
pipit tersebut. Itu adalah caranya. Ini merupakan rahasia turun-temurun dari
nenek moyangku, dan tidak pernah gagal. Tetapi ingat, kamu harus mempunyai
seratus burung pipit. Kamu bahkan tidak boleh kekurangan satupun."

Fan ingin sekali menolong istrinya, sehingga dia langsung pergi membeli
seratus burung pipit. Burung-burung itu berdesakan dalam satu sangkar yang
besar. Mereka menciap-ciap dan berlompatan sangat memilukan, sebab tempatnya
terlalu sempit bagi mereka untuk menikmati diri mereka sendiri. Bahkan
mungkin mereka tahu kalau mereka akan dibunuh.

"Apa yang kau lakukan pada burung-burung tersebut?" tanya Nyonya Fan.
"Ini adalah resep spesial dokter Chen! Kita akan membuat mereka menjadi obat
dan kamu akan segera sembuh," suaminya dengan gembira menjawab.

"Tidak, jangan lakukan itu!" Nyonya Fan duduk di atas ranjangnya. "Kamu
tidak boleh mengambil seratus nyawa untuk menyelamatkan satu nyawa saya!
Saya lebih baik mati daripada membiarkan kamu membunuh semua burung pipit
itu untukku!"

Fan tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
"Jika kamu benar-benar mencintai saya," dia melanjutkan, "Lakukan sesuai
permintaan saya. Buka sangkarnya dan lepaskan semua burung pipit itu pergi.
Lalu jika saya mati, maka saya akan meninggal dengan tentram."

Apa yang dapat Fan lakukan? Fan mengambil sangkar itu dan dibawanya ke hutan
kemudian dia membebaskan semua seratus burung pipit itu. Mereka terbang ke
dalam semak-semak dan pohon-pohon dan bernyanyi serta berciap-ciap. Mereka
terlihat dan bersuara seperti amat senang karena bebas.

Dalam beberapa hari, Nyonya Fan dapat bangun dari ranjang lagi, walaupun dia
tidak minum obat apapun. Teman-teman dan saudara-saudaranya berdatangan
untuk menyelamatinya karena kesembuhannya yang cepat dan relatif singkat
dari penyakit yang mengerikan itu. Semuanya sangat senang.

Tahun berikutnya, keluarga Fan mendapat bayi laki-laki. Dia amat sehat dan
lucu, tetapi yang lucu adalah di setiap lengannya terdapat sebuah tanda
lahir berbentuk seperti burung pipit.

Sumber: Disadur dari buku "Mencintai Kehidupan"

Tidak ada komentar: